PCNU Padang Pariaman Matangkan Pelantikan dan PD-PKPNU, Siap Perkuat Kaderisasi

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Padang Pariaman mematangkan persiapan pelantikan pengurus dan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) melalui rapat kepanitiaan di Sekretariat Lubuk Alung, Jum’at (23/10/2026).

Kedua agenda tersebut direncanakan berlangsung pada 4–6 Desember 2026 di Surau Gadang Syekh Burhanuddin, Korong Tanjung Medan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Panitia, Awaluddin, Tk Bagindo S,Pd.i Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang optimis. Panitia saling menyampaikan gagasan, bertukar pandangan, dan memberikan masukan untuk menyempurnakan rencana kegiatan. Pembahasan mencakup pembagian tugas, kebutuhan teknis, serta perkembangan persiapan setiap bidang guna memastikan seluruh rangkaian acara dapat terlaksana sesuai rencana.

Ketua Tanfidziyyah PCNU Kabupaten Padang Pariaman, Syahlul Munal, MA Tk Majolelo Mangkuto menekankan pentingnya pelantikan sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, keberhasilan kegiatan membutuhkan keterlibatan dan kerja sama seluruh unsur Nahdlatul Ulama.

“Kelancaran kepengurusan salah satunya dapat terlihat dari semarak pelantikan. Mari kita bangun kolaborasi antara NU dan seluruh badan otonom (Banom). Ini merupakan bagian dari khidmah kita kepada Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia berharap pelantikan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan semangat pengabdian, dan mendorong pelaksanaan program organisasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Roni Fashlah, MA mengajak seluruh panitia menjaga kekompakan dan memaksimalkan persiapan teknis menjelang pelaksanaan kegiatan. Ia menekankan pentingnya memastikan perkembangan pekerjaan setiap bidang agar berbagai kekurangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kita perlu meningkatkan kebersamaan dan memaksimalkan persiapan teknis. Saya berharap setiap bidang dapat memastikan sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan, sehingga hal-hal yang masih kurang bisa segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Ia berharap setiap panitia menjalankan tanggung jawab secara optimal dan menjaga komunikasi agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik.

Sekretaris PCNU Kabupaten Padang Pariaman, Syahrul Mubarak S.Pd, M. Hum, Tk. Bandaro Auliya turut menyoroti pentingnya pembagian tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara jelas agar koordinasi kepanitiaan berjalan efektif dan terarah.

“Agar rapat kita lebih terarah, perlu diperjelas pembagian tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang serta kebutuhan yang harus dipersiapkan,” tegasnya.

Menurutnya, kejelasan tanggung jawab akan membantu setiap bidang memahami perannya, mengidentifikasi kebutuhan, dan menindaklanjuti berbagai kendala melalui koordinasi bersama.

Selain mematangkan persiapan teknis, pelaksanaan PD-PKPNU menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi Nahdlatul Ulama. Pendidikan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman kader terhadap nilai, tradisi, dan tanggung jawab organisasi, sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Sinergi antara pengurus NU dan badan otonom juga menjadi faktor penting dalam memperkuat organisasi. Kolaborasi yang baik diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program bersama, memperluas partisipasi kader, serta meningkatkan kontribusi NU bagi masyarakat.

Melalui rapat kepanitiaan tersebut, PCNU Kabupaten Padang Pariaman berupaya menyatukan langkah dan memastikan seluruh persiapan berjalan secara terencana. Pertukaran gagasan dan masukan antarpanitia menjadi bagian dari upaya menyempurnakan pelaksanaan kegiatan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam organisasi.

Pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Padang Pariaman dan PD-PKPNU yang direncanakan pada 4–6 Desember 2026 di Surau Gadang Syekh Burhanuddin, Korong Tanjung Medan, diharapkan berlangsung lancar.

Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kualitas kader, dan meneguhkan semangat khidmah kepada Nahdlatul Ulama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *