Oleh: Dr. H. Roni Faslah, MA
Dosen STIT SB Pariaman
okesinergi.com– Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia yang telah terbukti menjadi perekat persatuan dalam keberagaman. Sejak lahirnya pada 1 Juni 1945 hingga saat ini, Pancasila menjadi fondasi kokoh yang menyelamatkan bangsa Indonesia dari berbagai potensi perpecahan serta mengarahkan kehidupan berbangsa dan bernegara menuju persatuan, keadilan, dan perdamaian.
Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 hendaknya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah lahirnya dasar negara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memahami makna Pancasila penting, namun yang lebih penting adalah mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bertanah air.
Saat ini dunia sedang menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Kondisi ekonomi global yang belum stabil, ketegangan geopolitik internasional, serta berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan menunjukkan bahwa dunia belum sepenuhnya berada dalam situasi yang aman dan damai. Konflik antara Iran dan Israel yang masih berlangsung, serta perang Rusia dan Ukraina yang belum menemukan titik penyelesaian, menjadi contoh nyata bagaimana konflik dapat menimbulkan penderitaan kemanusiaan dan mengganggu stabilitas dunia.
Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Pancasila sesungguhnya menawarkan solusi yang relevan bagi terwujudnya perdamaian dunia. Pancasila mengajarkan penghormatan terhadap kemanusiaan, keadilan, dan penghargaan terhadap kedaulatan setiap bangsa. Setiap negara berhak menjaga dan mempertahankan kedaulatannya tanpa harus mengganggu kedaulatan negara lain. Perang pada akhirnya hanya akan melahirkan kehancuran, korban kemanusiaan, dan ketidakstabilan yang berkepanjangan.
Bagi Indonesia, Pancasila telah menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa. Berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun politik dapat diatasi apabila seluruh elemen bangsa mampu bergotong royong dan bekerja sama dalam bingkai persatuan. Semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi identitas bangsa harus terus dijaga agar keberagaman menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Pancasila juga mengandung nilai-nilai religius, kemanusiaan, sosial, demokrasi, dan keadilan yang sangat luhur. Nilai-nilai tersebut lahir dari budaya dan kearifan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia. Apabila dipahami dan diterapkan secara benar, Pancasila akan menjadi pedoman dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.
Bagi generasi muda, memahami Pancasila merupakan bagian penting dari pembentukan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, generasi muda perlu memiliki pijakan nilai yang kuat agar tidak kehilangan identitas kebangsaan. Hari Lahir Pancasila menjadi momentum yang tepat untuk mengingat kembali perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang berkelanjutan.
Ke depan, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, bangsa Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, memperkuat persatuan nasional, serta berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah atau simbol kenegaraan. Pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia yang harus terus hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan seluruh anak bangsa. Melalui pengamalan nilai-nilainya, Indonesia akan tetap teguh berdiri sebagai bangsa yang bersatu, berdaulat, maju, dan dihormati di tengah pergaulan dunia.
Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Mari kita jadikan Pancasila sebagai inspirasi untuk memperkuat persatuan bangsa dan membangun perdamaian dunia.





