Menghitung Pecahan Kaca yang Tersisa di Dalam Dada

Menghitung Pecahan Kaca yang Tersisa di Dalam Dada
Penulis : Tatah

Patah hati paling hebat ternyata tidak selalu diiringi teriakan marah atau tangisan histeris di depan orang-orang. Sering kali, rasa sakit itu justru datang dalam sepi. Tahu-tahu, hubungan sudah selesai, dan kita mendapati diri kita sendirian meratapi perasaan yang hancur. Mengakhiri cinta yang telanjur mendalam itu rasanya persis seperti dipaksa mengumpulkan pecahan kaca yang berantakan di dalam dada kita sendiri. Anehnya, setiap kali kita mencoba merapikan ingatan masa lalu agar tidak berantakan, serpihan kenangan itu malah kembali menggores luka baru yang sama perihnya.

Dulu, kita semua mungkin terlalu percaya diri saat mulai berkomitmen. Kita berharap terlalu tinggi dan mengira pacar kita adalah tempat pulang paling aman di dunia ini. Namun, kita lupa kalau hati manusia itu mudah goyah. Begitu ada kebohongan, ego, atau pengkhianatan, hubungan yang kita banggakan bisa hancur begitu saja dalam sekejap. Sedihnya, melupakan seseorang tidak pernah secepat saat kita kehilangan dia. Semua kenangan manis yang dulu bikin bahagia, sekarang malah berubah jadi duri tajam yang siap menusuk kapan saja kita melamun.

Kesalahan terbesar kita saat sedang hancur-hancurnya adalah terburu-buru ingin kelihatan tegar di depan orang lain. Kita mencoba sok kuat dengan langsung cari pelarian baru atau pura-pura mati rasa seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal, memaksa hati yang remuk untuk langsung sembuh tanpa memberi waktu untuk bersedih justru akan bikin kita trauma panjang di masa depan. Membersihkan luka di dalam dada itu butuh proses yang lama. Tidak apa-apa kalau kamu ingin menangis atau merasa sakit, karena rasa perih itu adalah bukti kalau kamu pernah mencintai dia dengan sangat tulus.

Pada akhirnya, mengingat-ingat luka bukan berarti kita ingin meratapi nasib sial selamanya. Proses ini sebenarnya adalah cara kita untuk pelan-pelan menerima kenyataan, belajar dari kesalahan, lalu membuang rasa sakit itu dari hidup kita. Hati yang pernah patah memang tidak akan pernah bisa kembali mulus seperti dulu, pasti akan ada bekas retakan yang tertinggal. Namun ingat, gelas yang pernah pecah lalu diperbaiki dengan lem emas justru nilainya jauh lebih mahal dan lebih kuat. Kamu tidak kehilangan dirimu kok, kamu hanya sedang berproses jadi orang baru yang lebih dewasa dan lebih hati-hati dalam memilih pasangan.

#itahpariaman
#tatahofficial
#tatahpadang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *