STIT Syekh Burhanuddin Pariaman Lahirkan wisuda Sarjana yang Berilmu, Beramal, dan Bermanfaat

STIT Syekh Burhanuddin Pariaman Lahirkan wisuda Sarjana yang Berilmu, Beramal, dan Bermanfaat, Oleh: Robi Hirawan, M.Pd. – Dosen STIT Syekh Burhanuddin Pariaman

 

Wisuda bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan. Wisuda adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Hari ini toga boleh dilepas, ijazah boleh diterima, tetapi ilmu yang telah diperoleh harus terus hidup dalam amal, pengabdian, dakwah, pendidikan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Pada Wisuda Sarjana ke-XXXV Tahun Akademik 2025/2026, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman mewisuda 80 sarjana, terdiri dari 47 lulusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 33 lulusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Delapan puluh sarjana ini bukan sekadar angka. Di balik angka itu ada perjuangan mahasiswa, doa orang tua, pengorbanan keluarga, bimbingan dosen, serta ikhtiar panjang untuk menuntut ilmu. Karena itu, gelar sarjana hendaknya tidak hanya menjadi tambahan nama setelah nama kita, tetapi menjadi amanah untuk menghadirkan manfaat bagi umat.

Ilmu harus melahirkan amal

Allah SWT berfirman:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰت

“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

QS. Al-Mujadilah: 11.

Ayat ini memberikan pesan bahwa ilmu mempunyai kedudukan yang tinggi. Tetapi ilmu yang tinggi harus diiringi iman dan amal.

Jangan sampai semakin tinggi pendidikan, semakin jauh dari masyarakat. Jangan sampai semakin banyak ilmu, semakin sedikit keteladanan.

Seorang sarjana PAI harus mampu menjadi guru yang mendidik dengan hati, mubalig yang menyampaikan dengan hikmah, pemimpin yang amanah, dan anggota masyarakat yang memberikan solusi.

Begitu pula lulusan PIAUD. Pendidikan anak usia dini bukan pekerjaan kecil. Di tangan para pendidiklah karakter generasi masa depan mulai dibentuk.

Jadikan ilmu sebagai amal jariyah sebagai mana Rasulullah SAW bersabda:

أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ

“…atau ilmu yang bermanfaat.”

Dalam HR. Muslim 1631, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, amalnya terputus kecuali tiga perkara, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat.

Maka, para wisudawan jangan hanya bertanya:

“Setelah wisuda saya akan bekerja di mana?”

Tetapi tanyakan juga:

“Setelah wisuda, siapa yang akan mendapatkan manfaat dari ilmu saya?”

Inilah pertanyaan seorang sarjana yang memiliki kesadaran spiritual.

Jika ilmu kita membuat seorang anak mengenal Allah, itu manfaat.

Jika ilmu kita membuat seorang siswa menjadi berakhlak, itu manfaat.

Jika ilmu kita membantu keluarga menyelesaikan persoalan, itu manfaat.

Jika ilmu kita membuat masyarakat menjadi lebih baik, itu manfaat.

Jika ilmu kita menjadi jalan lahirnya generasi yang saleh dan berilmu, itulah investasi yang tidak berhenti ketika kita meninggal dunia.

Wisuda hari ini, belajar sepanjang hayat

Para wisudawan yang saya banggakan.

Jangan merasa setelah mendapatkan S.Pd. perjalanan belajar telah selesai. Ijazah adalah bukti bahwa kita telah menyelesaikan satu tahap, bukan bukti bahwa kita telah selesai belajar.

Allah mengajarkan:

فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”QS. An-Nahl: 43.

Karena itu, teruslah membaca, berdiskusi, melakukan penelitian, menulis, mengikuti perkembangan teknologi, memperkuat kemampuan bahasa, dan yang paling penting memperdalam ilmu agama serta akhlak.

Jangan berhenti di sarjana. Lanjutkan ke magister.

Alhamdulillah, Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2) STIT Syekh Burhanuddin Pariaman telah resmi diluncurkan pada 1 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari pengembangan pendidikan tinggi Islam di Pariaman dan membuka akses bagi para pendidik dan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.

Bahkan informasi penerimaan mahasiswa STIT saat ini telah mencantumkan S2 Pendidikan Agama Islam bersama program S1 PAI dan PIAUD.

Maka, bagi para lulusan hari ini, jangan berkata“Saya sudah sarjana.”

Tetapi katakan“Saya baru memulai perjalanan berikutnya.”

Tantangan STIT-SB ke depan

STIT Syekh Burhanuddin Pariaman juga menghadapi tantangan besar ke depan: bagaimana mendapatkan mahasiswa yang semakin berkualitas dan melahirkan lulusan yang semakin unggul.

Tantangan perguruan tinggi bukan hanya memperbanyak mahasiswa, tetapi juga menjaga mutu akademik, membangun budaya penelitian, meningkatkan publikasi ilmiah, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, dan menghasilkan lulusan yang mampu menjawab persoalan zaman. Hal tersebut juga menjadi perhatian dalam pengembangan Program Magister PAI STIT-SB.

Karena itu, cita-cita pengembangan program studi baru termasuk rencana menuju penambahan bidang seperti Manajemen, Haji dan Umrah, serta Hukum Keluarga harus dibangun dengan perencanaan, mutu akademik, regulasi, dan kebutuhan masyarakat yang kuat.

Harapannya, perkembangan kelembagaan tersebut pada waktunya dapat memperkuat cita-cita besar menuju IAI Syekh Burhanuddin Pariaman.

Namun, perubahan nama lembaga bukanlah tujuan akhir.

Tujuan akhirnya adalah semakin besar manfaat lembaga ini bagi umat.

Jadilah Sarjana yang Dirindukan Masyarakat

Para wisuda yang berbahagia.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan orang yang memiliki ijazah. Masyarakat membutuhkan orang berilmu yang berakhlak, orang pintar yang rendah hati, orang berpendidikan yang mau mengabdi.

Jadilah sarjana yang ketika datang membawa solusi.

Jadilah guru yang kehadirannya membuat anak-anak mencintai ilmu.

Jadilah pendidik yang tidak hanya mengajar dengan lisan, tetapi mendidik dengan keteladanan.

Jadilah alumni yang ketika disebut namanya, masyarakat berkata:

“Dia pernah belajar di STIT Syekh Burhanuddin dan ilmunya benar-benar bermanfaat.”

Itulah sesungguhnya kebanggaan sebuah perguruan tinggi.

Karena ukuran keberhasilan sebuah kampus bukan hanya berapa banyak ijazah yang dikeluarkan, tetapi berapa banyak manusia yang setelah lulus mampu memberikan manfaat kepada manusia lainnya.

Spirit Syekh Burhanuddin.

Pergilah ke sekolah, madrasah, pesantren, kantor, lembaga masyarakat, dunia usaha, maupun ruang digital. Di mana pun berada, jadilah pembawa cahaya ilmu.

Jadilah orang yang menciptakan manfaat. Jangan hanya mencari kedudukan. Carilah kesempatan untuk mengabdi.

Jangan hanya mengejar gelar, Tetapu Kejar keberkahan ilmu

Pesan terakhir untuk 80 Wisudawan, Hari ini orang tua tersenyum, Hari ini dosen merasa bangga, Hari ini almamater melepas kalian dengan doa.

Tetapi setelah besok, dunia akan menguji kalian, Akan ada kegagalan, Akan ada persaingan, Akan ada kesulitan mencari pekerjaan, Akan ada orang yang meremehkan kemampuan kita. Maka dari jangan sampai menyerah sampai kamu menemukan apa yang kamu impikan, cita-cita dan tujuan dari ilmu yang kamu dapatkan.

Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu nāfi‘, ilmu yang bermanfaat dan menjadi amal jariyah.

Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati STIT Syekh Burhanuddin Pariaman.

Lanjutkan pendidikan, Amalkan ilmu, Layani umat, Jaga akhlak. Dan teruslah menjadi cahaya bagi masyarakat.

 

**STIT Syekh Burhanuddin Pariaman  berilmu, berakhlak, dan berdampak.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *