OKESINERGI.COM – Pemerintah Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, menggelar Musyawarah Nagari membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2027, Rabu (16/9/2026).
Musyawarah yang berlangsung di Kantor Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan itu menjadi forum diskusi bersama antara pemerintah nagari, Bamus, pendamping desa, kelembagaan nagari dan masyarakat untuk membicarakan arah pembangunan tahun mendatang.
Sejumlah kebutuhan dan usulan masyarakat menjadi bagian dari pembahasan. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, forum tersebut juga menyoroti pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan optimalisasi sumber daya alam (SDA) sebagai bagian dari upaya meningkatkan potensi dan kemandirian masyarakat nagari.
Wali Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Zamri, mengatakan penyusunan RKP harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan kondisi nyata di lapangan.
“Kita ingin RKP 2027 ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas pembangunan,” ujar Zamri.
Menurutnya, pembangunan nagari tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Peningkatan kualitas masyarakat juga harus menjadi perhatian dalam perencanaan.
“Kita juga harus memikirkan bagaimana SDM masyarakat bisa diberdayakan dan bagaimana SDA yang ada dapat dimanfaatkan secara baik. Potensi itu harus kita dorong supaya memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Zamri menilai forum musyawarah menjadi momentum untuk menyatukan berbagai usulan sebelum ditetapkan menjadi prioritas pembangunan.
“Semua usulan kita dengarkan dan kita bahas bersama. Nantinya tentu disesuaikan dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran nagari,” ujarnya.
Sementara itu, Pendamping Desa Fauzi menjelaskan bahwa penyusunan RKP tidak dapat dipisahkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nagari.
“RKP merupakan rencana kerja tahunan pemerintah nagari. Karena itu, penyusunannya harus tetap mengacu kepada RPJM Nagari agar program yang direncanakan memiliki arah dan kesinambungan,” jelas Fauzi.
Menurut Fauzi, forum musyawarah juga penting untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah pembangunan nagari.
“Kita melihat bersama apa kebutuhan masyarakat, apa yang menjadi potensi nagari, kemudian bagaimana semuanya bisa dituangkan dalam perencanaan sesuai prioritas dan kemampuan yang ada,” katanya.
Ia turut menekankan pentingnya pengembangan SDM dan SDA dalam pembangunan nagari.
“SDM perlu terus ditingkatkan melalui pemberdayaan dan peningkatan keterampilan. Sementara SDA yang ada juga perlu dikelola dengan baik dan berkelanjutan sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Fauzi.
Ketua Bamus Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Irwan, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penyusunan RKP.
“Musyawarah ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan, persoalan dan harapan mereka. Semua masukan itu kita bahas bersama,” kata Irwan.
Irwan berharap perencanaan pembangunan ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat.
“Kita berharap RKP 2027 bisa melihat potensi yang ada di nagari, termasuk SDM dan SDA. Kalau potensi itu bisa dikembangkan, tentu akan membuka peluang bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah nagari, Bamus dan masyarakat dalam mengawal pembangunan.
“Komunikasi dan keterbukaan harus terus dijaga. Pemerintah nagari dan masyarakat harus berjalan bersama dalam membangun nagari,” katanya.
Musyawarah tersebut dihadiri Wali Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, perangkat nagari, Ketua Bamus, Pendamping Desa, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), unsur kelembagaan nagari serta tokoh masyarakat.
Selain membahas usulan pembangunan, forum tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai potensi nagari yang dapat dikembangkan. Pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, peningkatan pelayanan publik serta pemanfaatan potensi wilayah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembahasan RKP.
RKP Nagari Tahun 2027 nantinya diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan tahunan, tetapi mampu menjadi dasar bagi pelaksanaan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, Pemerintah Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan berupaya membangun arah pembangunan yang lebih partisipatif, sekaligus mengoptimalkan potensi SDM dan SDA yang dimiliki nagari.





