Alumni Haji Misfalah Agam 2024: Amalan yang Dirindukan Surga
Perjalanan alumni haji Misfalah menjadi momen yang menarik dan berkesan. Ini bukan sekadar wisata biasa, tetapi ajang untuk meraih pahala ibadah. Dalam perjalanan ini, kami melakukan kajian dan tausiah keagamaan sebagai kegiatan untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Pak Ustadz Haji Tasman menyampaikan beberapa hal penting yang perlu kita lakukan agar meraih surga Allah SWT dan menjadi hamba yang dirindukan-Nya. Di antaranya adalah senantiasa membaca Al-Quran, menjaga lisan, berpuasa Ramadan, berzikir, dan bershalawat. “Semua itu mudah dilakukan tanpa biaya besar,” kata beliau dalam tausiah.
Memahami Al-Quran
Al-Quran tidak hanya untuk dibaca lalu mendapat pahala. Lebih dari itu, Al-Quran adalah pedoman dan petunjuk keselamatan hidup kita. Karena itu, kita perlu memahami kandungan dan isi Al-Quran tersebut. Merugilah orang yang menjadikan Al-Quran hanya sebagai pajangan di rumahnya.
Menjaga Lisan
Lisan adalah alat komunikasi yang tidak lepas dari kehidupan kita. Perkataan yang tidak baik akan merusak hubungan dengan sesama. Karena itu, kita perlu menjaga lisan, sebab lisan menunjukkan kepribadian kita.
Keutamaan Puasa
Puasa menjaga kita dari nafsu dan keinginan yang tidak baik. Puasa melatih kita mengendalikan diri, menyehatkan tubuh, dan menenangkan jiwa. Pahalanya istimewa karena langsung dari Allah. Puasa bukan hanya ibadah lahir, tetapi lebih kepada ibadah batiniah.
Zikir dan Shalawat
Zikir menjadikan hati kita senantiasa ingat kepada Allah di mana pun kita berada. Dengan begitu, pertolongan dan rahmat Allah yang kita harapkan akan kita dapatkan. Begitu juga dengan shalawat yang akan mendatangkan syafaat dari Rasulullah. Maka, perbanyaklah zikir dan bershalawat agar kita selamat di akhirat kelak dan mendapatkan surga Allah SWT.
Silaturahmi dan Kebersamaan
Ketua panitia, H. Roni Faslah, menjelaskan bahwa dari kegiatan ini banyak manfaat yang kita dapatkan. Dari silaturahmi, semoga kita mendapat keberkahan umur panjang dan rezeki yang meningkat. Kita menjadi bahagia karena berkumpul dengan saudara seperjuangan ibadah haji di Mekah dan Madinah.
Kenangan ini tidak akan terlupakan. Banyak hal terjadi yang semuanya ada hikmah dari Allah untuk manusia. Baik yang kita anggap buruk maupun baik adalah pandangan manusia, namun boleh jadi pandangan Allah sebaliknya.
Momen Bermaaf-maafan
Pada hari Minggu, 1 Februari 2026, perjalanan wisata ke Payakumbuh menjadi momen yang baik. Menjelang puasa, kita melakukan silaturahmi dan mensucikan hati dengan saling bermaaf-maafan—hal pokok dalam agama.
Meminta maaf dan memberi maaf adalah sifat terpuji yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Hubungan antarsesama manusia harus tetap kita jaga. Bagaimanapun, yang namanya manusia pasti pernah berbuat khilaf atau kesalahan. Yang tidak berbuat kesalahan hanyalah malaikat. Namun, manusia bisa lebih baik dari malaikat, dan juga bisa lebih buruk dari iblis.
Karena itu, manusia yang baik adalah manusia yang menggunakan akal dan hatinya untuk berbuat baik—akal dan hati yang disinari cahaya agama. Dengan begitu, keselamatan akan kita raih. Akal merasionalkan sesuatu, sedangkan hati menimbang dengan rasa.





