Perjalanan yang mengesankan menumbuhkan memori indah ketika berada di Madinah dan Mekkah bagi jamaah haji Agam angkatan 2024. Perasaan kebersamaan dan kekeluargaan yang terbangun dalam ibadah haji tersebut menjadi kenangan yang tak terlupakan. Hal itulah yang diungkapkan oleh salah seorang peserta dalam acara perjalanan alumni jamaah haji wisata religius ke Payakumbuh pada hari Minggu (16/11/2024).
“Menjalin silaturahmi semakin erat antar jamaah, tidak sekadar jalan-jalan ke suatu tempat. Silaturahmi membuat persaudaraan ini semakin kuat. Silaturahmi menambah keberkahan umur kita dan semoga jamaah alumni haji panjang umur serta bertambah rezekinya,” ujar Inyik Haji Menan, sebagai ketua panitia dalam kegiatan ini.
Keberkahan umur adalah kehidupan yang penuh nikmat dan ketaatan kepada Sang Khalik, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan menjaga iman dan diri dari dosa, rezeki yang berkah pun akan melimpah. Bahkan jamaah bisa mendapat kesempatan kembali ke tanah suci Mekkah dan Madinah, baik untuk ibadah haji maupun umrah di masa mendatang.
Keberangkatan jamaah alumni haji hari ini menggunakan dua bus dengan hampir 100 peserta alumni dari Agam. Ini menandakan eksistensi jamaah ini masih sangat kuat, disamping masih ada barangkali alumni jamaah haji lainnya yang sudah mulai melemah dan kurang aktif dalam kegiatan alumni. Alumni jamaah haji Agam angkatan 2024 menjadi contoh bagi alumni jamaah haji lainnya.
Berbagi untuk Panti Jompo
Dalam perjalanan kali ini, tidak hanya sekadar berwisata, tetapi jamaah juga memberikan sumbangan dan bantuan kepada panti jompo. Kegiatan ini melahirkan kepedulian sosial terhadap sesama dengan memberikan paket sembako dan keperluan lain bagi panti. Sumbangan bantuan ini berasal dari iuran jamaah yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Panti jompo yang dikunjungi adalah “Yayasan Jasa Ibu” yang berlokasi di Lakung, Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota. Bagi yang ingin memberikan bantuan, dapat menghubungi nomor kontak 081267012216.
Bapak Haji Zulkarnain Batubara, Kasi Kemenag Agam, menyampaikan pentingnya kepedulian sosial, termasuk kepada panti jompo. “Tidak hanya sumbangan untuk bangunan ibadah, tetapi kini kita juga memberi bantuan kemanusiaan. Banyak pelajaran dari panti jompo ini yang mengharukan. Semoga kebaikan ini menjadi bekal bagi akhir hidup kita. Ini adalah amal ibadah yang insya Allah penuh keikhlasan,” ujarnya
Ibu Dewi, pengelola Yayasan Jasa Ibu, menyampaikan harapannya agar panti ini tidak ditutup. “Panti jompo ini dibangun oleh ibu saya. Ini amanah agar panti tidak ditutup, walaupun ayah saya telah meninggal. Saya mengelola panti ini sejak tahun 2011. Saat ini ada 27 lansia, 14 perempuan dan 13 laki-laki, ada yang dari Dinas Sosial Riau. Ada yang terlantar secara ekonomi, ada yang dulu pegawai, ada juga yang ditelantarkan oleh keluarga. Kita tidak tahu takdir kita kelak. Baik yang pikun maupun tidak, lansia yang terlantar, panti jompo adalah tempat terbaik untuk menghabiskan akhir hayat dengan layak,” jelasnya.
Kata-kata sambutan Ibu Dewi yang menyentuh hati membuat semangat para jamaah semakin menggebu untuk membantu dengan nilai kemanusiaan. Banyak pelajaran yang didapat dari perjuangan luar biasa yayasan ini. Semoga perjuangan ini mendapat pahala besar di sisi Allah SWT.
Bantuan pemerintah dari Dinas Sosial Sumbar sebenarnya ada, namun masih ada beberapa kendala, seperti kelengkapan data lancia dan Kendala teknis, lansia yang sulit diatur karena pikun menjadi hambatan dalam pelayanan dalam pengurusan di lapangan. Serta terkait biaya, banyak biaya yang harus ditanggung panti, baik untuk kesehatan BPJS maupun operasional lainnya. Semoga pemda setempat memberikan perhatian terhadap panti jompo ini.
Untuk itu, bantuan dari alumni haji Agam ini sangat berarti bagi panti jompo. Bantuan diserahkan langsung yang diwakili oleh Kasi Kemenag. Semoga ini menjadi jalan kebaikan dan keberkahan bersama untuk alumni jamaah haji Agam.





