PADANG — okesinergi.com., Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Pariaman menggelar Wisuda Sarjana Tahun 2026 pada Kamis (24/9/2026) di Hotel Pangeran Beach Padang. Sebanyak 80 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa syukur.
Acara wisuda dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat, Yayasan Islamic Center Syekh Burhanuddin (ICSB), sivitas akademika, tokoh masyarakat, serta keluarga para wisudawan.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan baru untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Hari ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal karier dan pengabdian saudara di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia memberikan apresiasi kepada STIT Syekh Burhanuddin Pariaman yang telah berupaya maksimal mendidik putra-putri daerah hingga berhasil meraih gelar sarjana. Namun demikian, ia mengingatkan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan S1.
“Jangan berhenti belajar. Teruslah belajar dan mengembangkan diri, karena persaingan saat ini sangat tinggi. Jika tidak terus meningkatkan kemampuan, kita bisa tertinggal dari yang lain,” katanya.
John Kenedy Azis juga menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi era digital. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang siap digunakan di dunia kerja serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tren global.
“Pendidikan harus siap pakai, mengikuti perkembangan digital, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan. Jika kampus kita berkualitas, maka masyarakat akan datang dan mencarinya dengan sendirinya,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas merupakan faktor utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi. Jika mutu pendidikan baik dan biaya pendidikan tetap terjangkau, maka masyarakat dari berbagai daerah akan datang untuk menuntut ilmu.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga dan mengangkat nama besar Syekh Burhanuddin sebagai ulama besar Minangkabau yang memiliki jasa besar dalam penyebaran Islam. Ia berharap nama Syekh Burhanuddin terus diperkenalkan sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Minangkabau.
Sementara itu, M. Fadli, yang mewakili Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki akar yang kuat dalam ajaran Islam, sebagaimana termaktub dalam wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu perintah Iqra (bacalah).
“Iqra, bacalah. Perintah ini menjadi pencerahan bagi umat Islam melalui ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Ia menyampaikan kebanggaannya atas pelaksanaan sidang terbuka wisuda STIT Syekh Burhanuddin Pariaman. Menurutnya, pembangunan tidak hanya dimulai dari pembangunan fisik, tetapi yang lebih penting adalah pembangunan manusia dan kecerdasan masyarakat.
“Pemerintah membangun tidak dimulai dari bangunan fisik atau gedung, tetapi membangun manusia dan kecerdasan manusia,” katanya.
Ia berharap dari Pariaman lahir generasi-generasi cerdas yang mampu membangun nagari dan daerahnya. Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi dari kontribusi dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Jangan hanya fokus pada IPK hari ini, tetapi lihat bagaimana dampak yang diberikan lulusan kepada masyarakat,” pesannya.
M. Fadli juga mengapresiasi pembukaan Program Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) di STIT Syekh Burhanuddin Pariaman. Menurutnya, keberadaan program magister tersebut menjadi nilai tambah bagi kampus dan memperkuat langkah transformasi kelembagaan.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya tengah menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) program studi baru yang akan menjadi bagian dari proses perubahan status STIT Syekh Burhanuddin Pariaman menjadi Institut Agama Islam Syekh Burhanuddin (IAI SB) Pariaman.
“Kita berharap kampus ini terus mengembangkan kajian Islam dan sains serta menjadi salah satu sentral pendidikan agama di Minangkabau,” ujarnya.
Ketua Yayasan Islamic Center Syekh Burhanuddin, Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag., menyampaikan bahwa nama besar Syekh Burhanuddin harus dijadikan sebagai kekuatan akademik dan keislaman dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Minangkabau.
Menurutnya, Syekh Burhanuddin bukan hanya tokoh sejarah penyebaran Islam, tetapi juga memiliki warisan keilmuan yang perlu terus dikaji dan dikembangkan melalui dunia akademik.
“Secara akademik, nama Syekh Burhanuddin harus kita jadikan sebagai kekuatan keislaman di Minangkabau,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Yayasan ICSB tengah mengembangkan program Ensiklopedia Syekh dan Tuanku Bersanad Keilmuan Syekh Burhanuddin, yang bertujuan mendokumentasikan jaringan ulama dan sanad keilmuan yang bersambung kepada Syekh Burhanuddin.
Menurut Prof. Duski Samad, kegiatan penulisan dan penelitian tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan peran perguruan tinggi dalam membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam.
“Kita ingin mengangkat derajat perguruan tinggi dalam peradaban. Kampus harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penjaga warisan intelektual Islam di Minangkabau,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para dosen dan aktivis akademik yang terlibat dalam penulisan ensiklopedia tersebut. Meskipun belum didukung insentif finansial, yayasan tetap memberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat kepada para penulis sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi akademik mereka.
Sebelumnya, perwakilan Yayasan ICSB, Ali Amran, menyampaikan bahwa STIT Syekh Burhanuddin telah berdiri sejak tahun 1978 atau hampir setengah abad. Kehadiran kampus tersebut merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah daerah dalam mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan tinggi Islam yang berkualitas dan terjangkau.
Ia mengakui bahwa tantangan perguruan tinggi swasta saat ini semakin berat. Namun demikian, STIT Syekh Burhanuddin tetap mampu bertahan dan berkembang berkat dukungan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas pembinaan dan bantuan yang diberikan pemerintah daerah serta berbagai pihak. Dukungan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan dan kemajuan kampus,” katanya.
Ali Amran menambahkan bahwa yayasan akan terus berupaya melengkapi fasilitas pendidikan dan melakukan renovasi berbagai gedung kampus agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan efektif.
Sementara itu, Ketua STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, Dr. Neni Triana, M.A., menyampaikan bahwa sebanyak 80 wisudawan dan wisudawati yang diwisuda hari ini diharapkan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjaga nilai-nilai keagamaan dan tradisi keilmuan Syekh Burhanuddin.
“Semoga ilmu yang diperoleh selama pendidikan mendapatkan keberkahan. Kita menuntut ilmu agama, sehingga ilmu tersebut harus memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan agama,” ujarnya.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti pada jenjang sarjana, melainkan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
STIT Syekh Burhanuddin, katanya, berkomitmen memberikan akses pendidikan tinggi yang terjangkau. Biaya kuliah sekitar Rp3,5 juta per semester dan dapat dibayarkan secara bertahap sehingga tidak memberatkan mahasiswa.
Selain itu, kampus juga terus memperluas jaringan kerja sama internasional. Mahasiswa diberi kesempatan mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke luar negeri, seperti Malaysia dan Thailand.
Dr. Neni Triana juga menyampaikan terima kasih kepada Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat, Pemerintah Kota Pariaman, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, BAZNAS Kota Pariaman, BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman, Yayasan ICSB, serta berbagai pihak yang telah mendukung pengembangan kampus.
Ia menjelaskan bahwa salah satu capaian penting kampus saat ini adalah pembukaan Program Magister (S2) Pendidikan Agama Islam yang pada tahun pertama telah berhasil membuka satu kelas.
Melalui berbagai pengembangan akademik, peningkatan fasilitas, kerja sama internasional, pembukaan program studi baru, serta dukungan berbagai pihak, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman optimistis dapat terus berkembang dan mewujudkan cita-cita menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, sekaligus melahirkan lulusan yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.





