Wisuda STIT Syekh Burhanuddin Pariaman: 80 Sarjana Melangkah Menuju Masa Depan Lebih Besar

Wisuda STIT Syekh Burhanuddin Pariaman: 80 Sarjana Melangkah Menuju Masa Depan Lebih Besar

PARIAMAN — Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat. Pesan tersebut menjadi semangat dalam pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-XXXV STIT Syekh Burhanuddin Pariaman Tahun Akademik 2025/2026, yang melahirkan 80 sarjana dari dua program studi.

Sebanyak 47 wisudawan dan wati berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 33 wisudawan dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Ketua STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, Dr. Neni Triana, M.A., menyampaikan dalam momentum wisuda. Wisuda ini tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi refleksi atas perjuangan panjang mahasiswa, orang tua, dosen, dan seluruh sivitas akademika.

Dr Neni Triana juga memberi pesan kepada Para lulusan diharapkan mampu membawa nilai-nilai pendidikan dan semangat perjuangan Syekh Burhanuddin Pariaman dalam menjalankan pengabdian di tengah masyarakat agar memberikan manfaat yang yang berdampak untuk masyarakat.

Terima Kasih untuk Orang Tua: Doa dan Perjuangan yang Tak Ternilai

Di balik keberhasilan 80 wisudawan, terdapat doa, air mata, pengorbanan, dan perjuangan panjang para orang tua.

Karena itu, momentum wisuda menjadi saat yang tepat untuk menyampaikan penghargaan dan doa kepada seluruh orang tua.

“Semoga segala jerih payah, pengorbanan, doa dan dukungan Bapak dan Ibu kepada anak-anak kita dibalas oleh Allah SWT dengan pahala dan keberkahan yang berlipat ganda.”

Wisuda hari ini menjadi bukti bahwa investasi terbaik orang tua adalah pendidikan. Gelar sarjana yang diraih bukan sekadar tulisan di belakang nama, tetapi amanah untuk memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara.

Jangan Berhenti Belajar, Lanjutkan ke Jenjang Magister

STIT Syekh Burhanuddin Pariaman kini membuka jalan yang lebih luas bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan.

Pada 1 Agustus 2026, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman secara resmi melakukan Grand Launching Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI). Kehadiran program ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan Islam hingga jenjang pascasarjana.

Karena itu, para wisudawan dan wisudawati dan alumni didorong untuk tidak berhenti pada jenjang sarjana.

“Teruslah belajar. Setelah S1, mari kita lanjutkan perjuangan ke jenjang Magister. Jangan berhenti ketika sudah mendapatkan gelar sarjana, karena tantangan dunia pendidikan dan dunia kerja semakin membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas.”

Program Magister PAI juga menjadi ruang bagi para guru, pendidik, akademisi, dan praktisi pendidikan Islam untuk meningkatkan kompetensi serta kualifikasi akademiknya. Saat ini STIT-SB juga telah menyediakan informasi penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1 PAI, S1 PIAUD, dan S2 PAI.

Terima Kasih kepada Pemerintah dan Seluruh Mitra

Kemajuan STIT Syekh Burhanuddin Pariaman tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.

Apresiasi dan terima kasih disampaikan kepada pemerintah, lembaga-lembaga mitra, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan terhadap berbagai aktivitas pendidikan di STIT-SB Pariaman.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah atas dukungan program beasiswa yang membantu mahasiswa dalam memperoleh akses pendidikan.

Tidak lupa penghargaan disampaikan kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Nagari atas perhatian dan hadiah yang diberikan kepada lulusan terbaik dalam momentum wisuda.

Dukungan tersebut menjadi energi positif bagi kampus untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan melahirkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata.

Dari Pariaman Menuju Dunia Internasional

STIT Syekh Burhanuddin Pariaman juga terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan yang lebih luas.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Akademi Darul Ulum Malaysia, yang memberikan peluang bagi mahasiswa PAI untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Malaysia. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membangun jejaring pendidikan Islam lintas negara.

Ini menjadi pesan penting bagi mahasiswa bahwa belajar tidak harus berhenti di ruang kelas. Dunia pendidikan semakin terbuka, dan mahasiswa harus dipersiapkan untuk memiliki wawasan lokal sekaligus kemampuan bersaing di tingkat global.

Tantangan Besar di Masa Depan

Di tengah perkembangan zaman, perguruan tinggi menghadapi tantangan untuk terus mendapatkan mahasiswa sekaligus menghasilkan lulusan yang berkualitas.

STIT Syekh Burhanuddin Pariaman menyadari bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Karena itu, kampus terus berupaya meningkatkan mutu akademik, memperkuat kerja sama, memperluas jaringan, serta menghadirkan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Target besar juga terus diarahkan pada pengembangan program studi dan peningkatan status kelembagaan, sehingga ke depan STIT Syekh Burhanuddin Pariaman dapat berkembang menjadi Institut Agama Islam Syekh Burhanuddin Pariaman (IAI-SB Pariaman).

Menatap Masa Depan dengan Optimisme

Delapan puluh wisudawan hari ini adalah bagian dari perjalanan panjang STIT Syekh Burhanuddin Pariaman.

Mereka bukan sekadar angka dalam statistik kelulusan. Mereka adalah generasi yang diharapkan menjadi guru, pendidik, pemimpin, penggerak masyarakat, dan insan yang mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan.

Kepada seluruh wisudawan, pesan terpentingnya adalah:

Jangan berhenti belajar. Jangan berhenti berbuat baik. Jangan berhenti mengabdi.

Gunakan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan manfaat. Jadikan gelar sarjana sebagai awal dari perjalanan baru, bukan garis akhir.

Dan bagi para orang tua, keberhasilan anak hari ini adalah buah dari doa dan perjuangan yang panjang.

Semoga 80 wisudawan STIT Syekh Burhanuddin Pariaman menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, berintegritas, dan bermanfaat bagi umat. Semoga langkah mereka setelah wisuda menjadi jalan menuju keberhasilan dunia dan akhirat.

Dari STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, ilmu ditanam, akhlak dibentuk, dan masa depan umat dipersiapkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *