OKESINERGI.COM-Pemerintah Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan mulai mematangkan persiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Setelah sosialisasi, pemerintah nagari bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pusat serta sejumlah pihak terkait turun langsung meninjau lokasi yang direncanakan menjadi kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Selasa (8/9/2026).
Peninjauan lapangan menjadi tahapan penting sebelum pembangunan dimulai. Selain memastikan kesiapan lokasi, survei dilakukan untuk melihat kondisi kawasan, potensi yang dapat dikembangkan, akses, serta kebutuhan masyarakat yang nantinya menjadi bagian dari kawasan tersebut.
Pengerjaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan mulai pada pertengahan September 2026. Karena itu, survei lapangan menjadi bagian dari proses pematangan agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan kondisi nyata di lapangan.
Sebelum turun ke lokasi, kegiatan diawali dengan sosialisasi di Kantor Wali Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan. Kegiatan dihadiri Wali Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan Zamri, Abdur Razak dari KKP pusat, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Padang Pariaman,kepala kerja pengerjaan lapangan, Camat, Ketua Bamus Irwan, serta tokoh masyarakat.
Sosialisasi tidak sekadar membahas pembangunan fisik kawasan. Pembahasan diarahkan pada bagaimana Kampung Nelayan Merah Putih nantinya mampu menjawab kebutuhan masyarakat pesisir sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi nelayan.
Bagi Pemerintah Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, program tersebut menjadi peluang untuk menata kawasan pesisir secara lebih terarah. Pembangunan diharapkan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi juga mampu mendukung aktivitas masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Wali Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Zamri, mengatakan pemerintah nagari menyambut baik program tersebut dan siap mendukung setiap tahapan pelaksanaannya.
“Kita ingin program ini benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Bukan hanya membangun kawasan secara fisik, tetapi bagaimana keberadaannya nanti bisa mendukung aktivitas nelayan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zamri.
Menurut Zamri, kondisi masyarakat dan karakter kawasan harus menjadi pertimbangan dalam proses pembangunan. Karena itu, turun langsung ke lapangan dinilai penting untuk memastikan perencanaan tidak hanya berdasarkan data dan pembahasan, tetapi juga melihat kondisi sebenarnya.
“Dengan turun langsung ke lokasi, kita bisa melihat apa yang menjadi kebutuhan, apa potensinya, dan apa yang harus dipersiapkan. Pemerintah nagari siap berkoordinasi agar tahapan ini berjalan dengan baik,” tambah Zamri.
Sementara itu, Abdur Razak dari KKP pusat mengatakan survei lapangan merupakan bagian penting dalam pematangan rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurutnya, peninjauan dilakukan untuk memastikan rencana yang telah dibahas dapat disesuaikan dengan kondisi kawasan.
“Kita turun langsung untuk melihat kondisi lokasi secara nyata. Dari survei ini kita bisa melihat berbagai aspek yang diperlukan dalam perencanaan, sehingga apa yang nantinya dibangun benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Abdul Razak.
Ia menegaskan, pembangunan kawasan nelayan tidak cukup hanya dilihat dari sisi fisik. Keberadaan kawasan tersebut harus mampu mendukung aktivitas masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
“Yang kita harapkan bukan hanya kawasan yang tertata, tetapi bagaimana kawasan ini bisa mendukung kegiatan masyarakat nelayan, meningkatkan nilai ekonomi dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.
Usai sosialisasi, rombongan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan survei. Kondisi kawasan ditinjau secara langsung untuk melihat potensi sekaligus berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum pekerjaan dimulai.
Kehadiran DKP Kabupaten Padang Pariaman memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam melihat kebutuhan sektor kelautan dan perikanan di tingkat nagari.
Sementara keterlibatan Camat, Bamus dan tokoh masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan kawasan nelayan membutuhkan dukungan lintas unsur. Aspirasi masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar pembangunan tidak kehilangan kaitan dengan kebutuhan warga.
Ketua Bamus Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan, Irwan, mengatakan masyarakat harus menjadi bagian dari proses pembangunan sejak awal.
“Kita tentu berharap program ini bisa membawa perubahan bagi masyarakat. Karena itu, aspirasi masyarakat harus diperhatikan sejak awal, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan,” ujar Irwan.
Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan memiliki kawasan pesisir dengan masyarakat yang beraktivitas di sektor kelautan dan perikanan. Kondisi tersebut menjadi potensi yang dapat dikembangkan melalui Kampung Nelayan Merah Putih.
Program ini diharapkan dapat menjadi ruang yang lebih tertata untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi baru.
Namun, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana kawasan tersebut dibangun, melainkan bagaimana fasilitas dan potensi yang ada dapat dikelola secara berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat, pengelolaan kawasan, penguatan ekonomi serta pemanfaatan potensi lokal menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Karena itu, survei yang dilakukan bersama KKP pusat, DKP Padang Pariaman, pemerintah nagari dan unsur masyarakat menjadi langkah strategis sebelum pembangunan dimulai.
Dari ruang sosialisasi hingga turun langsung ke lapangan, Kampung Nelayan Merah Putih kini bergerak dari rencana menuju persiapan nyata. Dengan target pengerjaan dimulai pertengahan September 2026, harapannya program ini bukan sekadar mengubah wajah kawasan pesisir, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nelayan Nagari Manggopoh Palak Gadang Ulakan.





