OKESINERGI.COM-Organisasi mahasiswa pencinta alam (Mapala) memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan berpetualang mahasiswa. Namun, belakangan ini, citra positif tersebut mulai terganggu akibat adanya viralisasi berita negatif yang menyebar di media sosial dan media massa. Berita-berita tersebut sering kali menyoroti insiden kecelakaan, kekerasan, atau tindakan tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh sebagian anggota Mapala, sehingga mempengaruhi persepsi masyarakat dan orang tua mahasiswa.
Faktor utama yang menyebabkan erosi kepercayaan orang tua adalah munculnya berita tentang kecelakaan saat kegiatan pendakian atau pelatihan. Banyak orang tua merasa khawatir akan keselamatan anak mereka ketika mengikuti kegiatan Mapala yang dianggap berisiko tinggi. Apalagi, berita tersebut sering kali disebarluaskan secara viral tanpa adanya klarifikasi atau penjelasan yang lengkap, sehingga menimbulkan kesan bahwa kegiatan Mapala tidak aman dan tidak terkontrol.
Selain itu, liputan media yang bersifat sensasional juga turut memperburuk citra organisasi ini. Media cenderung menyoroti sisi negatif tanpa menyertakan konteks lengkap, seperti upaya organisasi dalam meningkatkan keselamatan dan pengawasan. Akibatnya, masyarakat dan orang tua cenderung menilai bahwa kegiatan Mapala penuh risiko dan tidak bertanggung jawab, padahal kenyataannya banyak kegiatan yang dilakukan secara profesional dan aman.
Dampak dari menurunnya kepercayaan ini cukup luas. Banyak orang tua yang melarang anak mereka mengikuti kegiatan Mapala, sehingga jumlah anggota organisasi pun berkurang. Selain itu, organisasi pun mengalami kesulitan dalam mendapatkan dukungan moral, finansial, maupun logistik, yang akhirnya menghambat pelaksanaan program-program positif yang seharusnya dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat.
Namun, situasi ini sebenarnya dapat diperbaiki melalui berbagai upaya. Organisasi Mapala perlu meningkatkan standar keselamatan dan pengawasan selama kegiatan, serta lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada orang tua dan masyarakat. Edukasi tentang manfaat kegiatan pencinta alam juga penting dilakukan agar citra organisasi dapat kembali pulih dan dipercaya kembali oleh masyarakat.





