OKSINERGI.COM"-Pembukaan Kuliah kerja nya STIT-SB Pariaman (KUKERTA) STIT Syekh Burhanuddin Pariaman pada tanggal 19 September 2025, terlaksana dengan sukses dan lancar. KUKERTA sebagai tridarma yang di lakukan mahasiswa, sebagai sebuah pengabdian di masyarakat. Semua teori ilmu pengalaman yang didapatkan di kampus bisa di terapkan dalam masyarakat. Maka KUKERTA menjadi hal yang penting dalam ajang proses pembelajaran bagi mahasiswa.
Dalam rangka acara pembukaan ini dihadiri oleh ketua STIT SB Pariaman Dr. Neni Triana, M.A, Wakil Ketua 1, Misbah Laila, M. Pd, wakil Ketua 2, Bapak Dr. Roni Faslah, M.A, Wakil Ketua 3, Ibu Lidia Nusir, M. Pd, beserta jajaran internal STIT Syekh Burhanuddin Pariaman.
Ketua panitia Kukerta Syahminal M.M menyampaikan, KUKERTA tahun ajaran 2024-2025 ini merupakan KUKERTA angkatan ke 27, terdapat 5 kelompok, dalam satu kelompok itu terdapat 15 orang, jadi jumlah keseluruhan mahasiswa yang ikut kukerta tahun ini adalah 75 orang, untuk itu kukerta ini akan dilaksanakan oleh mahasiswa dilapangan selama lebih kurang 1 bulan, mulai tanggal 27 Februari 2025 sampai 30 Maret 2025. Yang menjadi tempat lokasi kukerta nanti adalah Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai sariak. Di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, 5 jorong diantaranya; Korong Ampalu Tinggi, Korong Ampalu Tinggi Kalampaian, Korong Ampalu Tinggi Tarok, Korong Tanjung Balik, Korong Kampung Dama.
Ibu Ketua STIT SB Pariaman dalam pembukaan KUKERTA menyampaikan bahwa pembekalan dilaksanakan 2 hari, Rabu dan Kamis, tanggal 19 dan 20 Februari 2025, kita harapkan berjalan dengan lancar kegiatan Kukerta ini. KUKERTA yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa merupakan bentukan Tridarma Perguruan Tinggi ini merupakan 6 SKS yang wajib diambil oleh mahasiswa dalam sebuah akademisi kampus dalam proses belajar untuk memenuhi mata kuliah dalam proses menyampaikan studi SKS di kampus.
Lebih lanjut Ketua menyampaikan, di daerah Nagarian Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, agar mahsiswa memberikan perannya untuk meningkatkan pendidikan keagamaan di lapangan, manfaatkan waktu selama 1 satu bulan tersebut. di lokasi agar di maksimalkan dengan program terbaik, dengan berlandaskan filosofis adat Minangkabau yakni adak basandi syarak, syarak basandi kitab bullah. Maka dari itu, perlu dijaga sikap sopan santun nya, dengan berbagai pergaulan di masyarakat. Melakukan pendekatan kekeluargaan sehingga memberikan kesan yang baik, berkesan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan SDM Bapak Dr. Hendri Satria, dalam pembekalan menyampaikan bahwa "piaman laweh" tapi sekarang sudah lepas karena pemekaran daerah dan melepaskan diri dari Kabupaten Padang Pariaman, seperti Mentawai, Kota Pariaman, yang dulunya masuk daerah Padang Pariaman, sekarang ada Nagari jumlahnya 103 Nagari dari 17 Kecamatan di Padang Pariaman. Karena itu penting kita kenal wilayah atau medan yang menjadi tempat kita KUKERTA, disamping kita juga perlu mengenal budaya atau adat istiadat serta keagamaannya. Agar mahasiswa nanti bisa menyesuaikan. Tentu mahasiswa juga pandai memilih program apa yang efektif yang akan dilakukan nanti, jalin kolaborasidan komunikasi dengan pemerintah setempat dan berbagai pihak. Disamping itu mahasiswa juga mejaga sopan santunnya, agar memberikan kesan yang baik, semoga itu lah yang menjadi kunci kesuksesan dan kelacaran KUKERTA mahsiswa.
Dr Roni faslah.MA wakil ketua II memberikan pesan kepada mahasiswa KUKERTA Bangun rasa kekeluargaan yang tinggi, kepedulian antar sesama, ini sangat penting dilapangan. Mahasiawa harus simpatik terhadap persoalan masyarakat. Baik itu terhadap menjaga kebersihan lingkungan dengan bisa melakukan goro bersama, dibidang kesehatan bisa juga melakukan imunisasi anak dan donor darah, bidang olah raga bisa dilakukan senam sehat, meraton, sepak bola, takro. Kemudian dibidang pendidikan bisa melakukan pesantren kilat di sebuah sekolah, bidang keagamaan bisa dilakukan wirid dan safari ramadhan untuk syiar agama, dan juga dalam bidang adat budaya bisa melestarikan seni tari piring, randai, rabab serta seni adat lainnya.
Roni paslah menekan kan segala Kegiatan akan menjadi kenangan manis yang akan dikenang masyarakat. Namun tidak meninggalkan kesan buruk yang tentunya akan merusak nama baik kita secara pribadi maupun lembaga. Maka penting kita ingat dan amal kan hadis Rasullulah Nabi SAW. , bahwa "sebaik baik manusia adalah bermanfaat bagi orang lain"
Roni paslah